Showing posts with label Sekolah (School). Show all posts
Showing posts with label Sekolah (School). Show all posts

Saturday, August 20, 2022

Tulisan Dulu "Scrabble oh scrabble..."

 Aku bukanlah seorang penulis berbakat, apalagi dalam menuliskan sebuah cerita. Hasil tulisanku selalu jauh dari kata bagus untuk menjadi bahan bacaan orang lain. Akan tetapi, bukan berarti aku berhenti menulis. Setidaknya kalaupun tidak dibaca orang lain, aku bisa membaca tulisanku sendiri suatu hari nanti. Dan, hal ini pun terjadi. 

Baru saja ketika aku coba menyusun dan merapikan dokumen yang ada di laptop, aku  menemukan cerita pendek (cerpen) yang aku tulis sewaktu duduk di bangku SMA. Sepertinya waktu itu aku kirimkan tulisan ini untuk perlombaan, tapi entah hasilnya apa. Aku lupa. Kemungkinan besar tidak juara karena sama sekali tidak ada kenangannya. 

Mungkin waktu itu pengalaman mengikuti lomba scrabble bersama teman-teman sangatlah mengesankan sampai aku tuliskan. Lucu membaca kembali tulisan waktu itu. Ada beberapa detil yang sudah terlupa sekarang, tapi tertulis rinci di tulisan ini. Terpampang jelas kosa kata dan gaya bahasaku waktu itu. Aku sambil tertawa kecil membacanya. 

Salam sayang untuk semua teman-teman Asrama Putri MAN 1 Bandar Lampung, terutama yang tercantum dalam secuil cerita ini. Semoga kita semua senantiasa sehat, sukses, dan bahagia selalu. Amin. 

Thursday, April 22, 2021

How to be Self-disciplined and Self-motivated

I was invited by a friend teaching in Grade 5 at Global Jaya School to be a guest speaker in a student camp that they were conducting virtually. There were some topics offered that I could choose and I picked 'How to be Self-disciplined and Self-motivated.' I did some research on Google and found a lot of information about it. I read some books and articles as my reference. Interestingly, the student camp organizer expected me to not only lecture the students but also engage them in some hands-on activities during the session. Well, it was interesting and challenging at the same time. 

After collecting some information and took notes on some important points, I got some points to be shared with students in the simplest way and words. And, guess what? I got an idea of which activity to do while I was in the bathroom about to brush my teeth. Hillarious! Ideas may come at any time. Here is my lesson plan. 

Exhibiting Self-discipline and Self-motivation for Grade 5 Students

By the end of this session, students are able to:
- Describe what it means to be self-disciplined and self-motivated
- Explain why it is important to be self-disciplined and self-motivated
- Demonstrate self-discipline and self-motivation in daily life

Materials needed:

1 big (or 2 small) brown used cardboard box
2  pieces of one sided used A4 paper 
2 m of plastic ropes/ old fabric/ or anything can be used to tie
Glue, scissors, a pen, a pencil, an eraser, coloring markers/pencils/crayons, 

Opening (20 min)

Introduction (5')
Ice breaker (15')

Red light, Green light - Let students pick a move (jumping, running, flying, or swimming) and listen to the instruction. Students move on the Green light and stop on the Red light.
Then, briefly share some ideas on why there is a traffic light, what it is for, how some people may obey it or ignore it, and what consequences that may happen. Relate this analogy to the concept of self-discipline and self-motivation. 

Activitiy (60 min)

Introduction to self-discipline and self-motivation (15')

- Students are ready with a piece of paper and a pencil.
- Students follow the instructions given to draw some shapes on the paper - triangle, circle, square, rectangle. (The goal is not mentioned)
- T reviews the drawing made by the students that without knowing the purpose or the goal of what the Ss do, Ss will have no clear idea what actually Ss are doing or making. 
- Ss are ready with another piece of paper and a pencil.
- Ss follow the instructions given to draw a car by making some shapes - 2 circles, rectangle, triangle, 2 squares. (The goal is mentioned)
- T reviews the Ss' drawings and introduces the importance of the goal to be self-disciplined and self-motivated.

How to be self-disciplined and self-motivated (45')

- Draw a triangle on the cardboard with the 20 cm baseline and 10 cm height.
- Draw  4 rectangles on the cardboard. Each of them has 20 cm of length and 5 cm of width.
- Punch 2 holes on two corners of the triangle to tie the rope later on.
- Punch 2 holes on the right side and 2 holes on the left side of the rectangle. 
- Tie the rope through the holes with the triangle as the top and followed by the other four rectangles.
- Answer the following questions and write the answer on the cardboard. (an example is provided)
Triangle: GOAL (What do you want to achieve? I want to be an architect)
Rectangle 1: REASON (Why do you want it? I want to build a nice and safe place where people can enjoy staying there)
Rectangle 2: OBSTACLES (What may stop you from it? I feel lazy to study, I want to sleep more, I watch Youtube too much, I love playing games)
Rectangle 3: HABITS (What to do to make it? Study hard, go to the best university to be an architect, find out some studies about architecture, learn from books, Youtube, or anywhere)
Rectangle 4: PROGRESS (What have you done so far? I am following some famous architects on social media, I learn from architects on Youtube, I do very well in Math.)

Closing (10 min)

Summary
Q&A

Here is the slide I presented during the session. And, below is its references.

https://www.wellsanfrancisco.com/how-to-be-self-disciplined/
https://dariusforoux.com/self-discipline/
https://www.mindtools.com/pages/article/self-discipline.htm#:~:text=Self%2Ddiscipline%20is%20the%20ability,re%20feeling%2C%20physically%20or%20emotionally.&text=Motivation%20and%20willpower%20contribute%20to,your%20intentions%2C%20and%20hard%20work.
https://www.uopeople.edu/blog/self-discipline-for-students/





Thursday, April 1, 2021

Kolaborasi #Day27

Di hari Senin yang lalu (29 Maret), teman-teman kuliah S2 Pendidikan Bahasa Inggris UIN Jakarta mengadakan reuni virtual lewat Zoom. Ada beberapa yang hadir seperti Ica (penggagasnya), Anwar, Ratna, Aul, Wilda, dan Afti. Aku bisa hadir sejak awal tetapi tidak bisa mengikuti obrolan dengan jelas karena aku masih dalam perjalanan ke rumah dari Sunway Pyramid dan koneksi internet di HP sangatlah lambat. Jadi, aku baru bisa bergabung lagi setelah kira-kira 30-40 menit sampai di rumah. Aku senang sekali bisa bertemu teman-teman lagi lagi untuk bercerita tentang kabar dan berbagi pengalaman. Saat itu Aul dan Ratna sudah pamit karena perlu mengurus anak mereka.    

Setelah aku menyapa semuanya aku sempat menanyakan ke Ica apa saja agenda dalam pertemuan ini. Entah kenapa aku langsung terpikir begitu. Ada sebuah suara dalam hatiku yang mengatakan bahwa aku tidak mau pertemuan ini hanyalah sekedar haha hihi saja. Perlu ada sesuatu yang dibicarakan sehingga menjadi lebih bermakna dan bermanfaat untuk semua yang hadir. Alhasil, karena dari jawaban Ica sepertinya menunjukkan bahwa tidak ada agenda tertentu, jadi I took a step in to lead the discussion.

Dari sepanjang diskusi yang kami lakukan, ada beberapa hal yang menjadi catatanku dan juga menjadi inspirasiku untuk nanti belajar di tingkat S3.

Kedisiplinan. Anak-anak didik teman-temanku saat ini kebanyakan menunjukan kurangnya kedisiplinan, apalagi sejak kegiatan belajar mengajar berubah ke media online. Beberapa hal yang disebutkan adalah soal persentase kehadiran mereka di kelas dan juga pengumpulan tugas. Ica seringkali dianggap sebagai guru dan dosen yang galak karena dia selalu menekankan kedisiplinan ke anak muridnya. Entah apa yang merasuki anak-anak zaman sekarang. 

Budaya membaca. Ica bercerita banyak soal bagaimana anak muridnya mendapatkan informasi untuk beberapa materi presentasi di kelas ataupun tugas yang diberikan. Ternyata kemudahan akses informasi di Google merupakan sumber informasi yang melimpah untuk mereka. Sayangnya, mereka seringkali hanya serta merta menyalin informasi yang didapatkan untuk di gunakan di kelas, kopas (copy paste). 

Teknologi. Cukup menarik ketika Pak Anwar berbagi beberapa cerita tentang beberapa kegiatan dan pelatihan yang dia lakukan di sekolah dan juga di salah satu institusi pemerintahan hingga saat ini terkait penggunaan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar. Aku sangat mendorong teman-teman guru untuk ikut bergabung dengan Pak Anwar, apalagi ada program certified educators yang ditawarkan. Dia juga bercerita tentang grup Belajar Bicara Bahasa Inggris online dengan pertemuan rutin. Lagi-lagi, teman-temanku harus ikutan juga. 

Kurikulum. Aku kaget ketika Kak Wilda bicara soal kurikulum baru yang di terapkan. Aku kurang paham soal kurikulum tapi yang jelas dia sempat menyebutkan kalau kami ini generasi lama dan sudah ada beberapa hal baru yang diterapkan di sekolah yang bahkan mereka belum mendapatkan sosialisai ataupun pelatihannya. Ya, pastinya seiring berjalannya waktu akan selalu ada perubahan-perubahan. Perubahan itu sesuatu yang tidak bisa disangkal kan. Akan tetapi sangat disayangkan sekali kalau teman-teman tidak mendapatkan pelatihan yang memadai sebelum penerapan dilakukan. 

MGMP. Setelah mendengar sederetan cerita dari teman-teman yang kebanyakan adalah permasalahan dan keluhan selama menjadi seorang guru, terutama guru Bahasa Inggris, aku kemudian menanyakan soal program professional development untuk para guru. Ternyata memang ada, yaitu MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). Menariknya, aku pun baru tahu soal ini, mereka tidak ada yang mengikuti MGMP sama sekali. Kalian tahu alasannya apa? Karena MGMP biasanya dihadiri oleh guru-guru yang sudah lama dan yang mengikuti ya itu-itu saja, seperti sudah ada kelompok atau geng khusus. Eksklusif sekali ya? Senioritas nya kental ya? Padahal kalau ini terbuka untuk semuanya, mereka bisa bertukar pikiran dan saling berbagi saran untuk menyelesaikan masalah atau tantangan yang di hadapi selama proses belajar mengajar. 

Motivasi. Hal lain yang menarik perhatianku adalah soal motivasi para anak murid teman-temanku. Mereka menceritakan bagaimana anak murid mereka tidak memaknai proses belajar yang mereka lakukan. Bahkan seringkali mereka menemukan anak murid yang menyepelekan dengan kehadiran mereka di kelas dan tidak mengerjakan tugas yang diberikan. Terlebih lagi, mereka yang mengajar di sekolah swasta kadangkala mendapatkan tekanan dari pihak orang tua ketika mereka ingin melakukan beberapa upaya meningkatkan kedisiplinan anak atau mendorong motivasi mereka dalam belajar. Tampaknya cukup sulit. 

Dari sini aku melihat bahwa kami harus berkolaborasi dan bersinergi untuk bersama-sama belajar dan berbagi supaya kami masing-masing terus melakukan perbaikan dalam bidang kami masing-masing. Semoga ini bisa kami wujudkan, setidaknya aku bisa melakukan langkah-langkah kecil. Apakah itu? Akan aku ceritakan nanti di waktu lain. 


Saturday, July 15, 2017

Pengalaman Melatih Kemampuan Menulis Bahasa Inggris (Teaching English Writing Skill Experience)

Selama seminggu yang lalu, salah satu orang tua murid privat meminta les intensif untuk anaknya yang sudah belajar dengan saya sekitar dua tahun lamanya. Mamanya meminta selama seminggu itu untuk melatih lagi kemampuan berbicara dan menulis anaknya dalam Bahasa Inggris karena akan memasuki kelas enam dengan segudang tes. Dari hari Senin sampai Jumat dengan durasi selama satu jam pada setiap pertemuan, secara umum 30 menit saya gunakan untuk ngobrol sambil brainstorm beberapa ide yang nantinya bias ditulis terkait topik tertentu. Sebelum sesi intensif ini dimulai, saya tidak merencanakan secara pasti topic apa saja yang nantinya akan kami diskusikan. Tidak adanya planning ini karena saya ingin memberikan ruang ke si anak untuk menulis mengenai hal yang memang familiar bagi dia.

Seiring berjalannya les ini, yang biasa saya awali dengan berbincang-bincang dulu, telah menghasilkan beberapa tulisan tentang beberapa topic berikut.

1. My last vacation
2. Learning English
3. Comic review
4. School uniform
5. Back to school
6. Writing in English (tulisan ini belum selesai)

Setiap kali saat berbincang, saya sambil menuliskan di selembar kertas dan memetakan beberapa garis besar hal-hal yang sedang kami bicarakan. Catatan ini nantinya akan membantu murid saya untuk membuatnya dalam bentuk tulisan. Setelah saya rasa beberapa ide mengenai topic yang dibicarakan sudah cukup, saya memberikan gambaran format atau penyusunan ide-ide itu dalam tulisan yang pada umumnya diawali dengan Opening (Pembukaan), Main ideas (Gagasan utama), dan Closing (Penutup) atau Conclusion (Kesimpulan). Karena singkatnya waktu, saya tidak mendampingi murid saya itu selama menulis hingga selesai.

Saya memulai pertemuan berikutnya dengan meminta si murid untuk membaca ulang dan memeriksa kemungkinan kesalahan-kesalahan dalam tulisannya, baik secara Spelling (Ejaan), Punctuation (Penulisan) atau Grammar (Tatabahasa). Setelah itu barulah saya memeriksa kembali dan membahas beberapa hal yang bias dipelajari. Memang masih ada banyak kesalahan yang saya lihat, tapi saya tidak mengemukakan semuanya. Diantara beberapa hal yang kami bahas adalah:

- Penggunaan Verb (Kata kerja) dalam Past Tense
- Will can -- > Will be able to
- Penggunaan "because" di awal kalimat
- Penggunaan contraction (don't, I'm)
- dll.

Setiap anak pasti punya kemampuan menulis yang berbeda-beda dengan kesalahan yang beragam pula. Dalam kasus ini, saya tidak terlalu menekankan pada komponen Cohesion dan Coherence karena saya khawatir akan membuat dia overloaded dan kemudian tidak merasa bebas lagi dalam menulis. Oleh karena itu, saya mencoba untuk membantu si murid dengan memberikan format atau template bagaimana sekumpulan ide-ide yang ada bisa disusun dalam sebuah tulisan.

Berdasarkan pengalam ini, terdapat beberapa hal yang saya pelajari dalam melatih kemampuan menulis anak:

- Pilihlah topik yang cukup familiar bagi si anak, jadi si anak punya stok ide
- Pancing si anak untuk mengelurakan ide-idenya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
- Catatlah ide-ide yang dibicarakan ke sebuah mind-map sederhana
- Berilah bocoran bagaimana untuk memulai tulisan, menghubungkan gagasan dan mengakhiri tulisan dengan memberikan satu frasa atau kalimat.

Sekian dan semoga bermanfaat. Dokumentasi pengajaran ini bisa dilihat di http://gg.gg/teachingwritingexperience

Tuesday, February 7, 2017

Creative Activites in Teaching and Learning Hijaiyah Letters

Hello Moms, Dads and Teachers,

Here I would like to share some activities that you might find it helpful in teaching Arabic/Hijaiyah letters. We can see that kids like to play fun games and activities. We can also make some of them in making kids familiar with Hijaiyah letters.
  • How do you say it? You can do this activity by showing the complete Hijaiyah letters on a board or big paper (you might provide the letters along with the transliteration in alphabet letters). Provide some small pieces of paper for yourself to draw the letters. Pick one piece of small paper, draw any letter you want, show to the kids and let them find out how to say it. Kids are allowed to look at the poster of complete Hijaiyah letters. It could be more fun when some kids join and try to find as soon as possible.
  • Guess what? It is almost similar with the previous activity but we do it in the other way. Give the kids some pieces of small paper to draw on. Showing them the poster of Hijaiyah letters with its transliteration in alphabets letters. Mention one of the letters and let them find out which letter it is then they draw it on one small piece of paper. They must show it to you once they have finished.
  • Racing. For this, you need to provide the cards of Hijaiyah letters. Put all cards randomly on the table and/or chair around. Decide one spot as the start point for the kids to start racing. You mention one of the letters and let kids find the card. Once the kids have got it, they must give it to you.
Well, I think this is all for this time. I will share more next time.

For Private Iqro' & Qur'an Lesson, please contact:
Siti Fitriah
Phone: (+62)857-5856-6433
Email: siti.fitriah71@gmail.com
Facebook: Siti Fitriah Musadad

Tuesday, August 30, 2016

Catatan Pertama di Kelas

Tulisan berikut ini berdasarkan catatan ringkasku di kelas. Seperti biasanya, sesi pertama tahun ajaran baru pasti diawali dengan sesi perkenalan kan. Mungkin catatan ini tidak terasa begitu special sekarang, tapi aku yakin suatu saat nanti catatan ini akan membantuku untuk mengingat lagi memori pada saat pertemuan pertama di kelas ini. Oiya, ini adalah tentang anak-anakku di kelas 10 SMA.

Amar suka sekali dengan warna biru dan dia menjelaskan sebisa mungkin dan dengan penjelasan yang cukup lebar bahwa dia memiliki attention deficit. Semoga aku selalu ingat hal ini dan membantu dia untuk tetap mengikuti pelajaran dengan baik.

Iraf suka music dan dia sempat mengatakan bahwa dia tidak memiliki ketertarikan pada agama. Terlebih lagi, dia tidak mempercayai konsep agama. Hmmm, untuk saat ini dia memang pada keadaan ini, tapi aku yakin akan datang saatnya Irfa memahami dengan baik sebagai seorang Muslim dan memiliki keyakinan yang kuat.

Ruben senang dengan olahraga dan yang menarik adalah dia sama sekali tidak pernah merasakan mi instan. Jarang sekali orang seperti ini.

*Alhasil, kertas catatannya hilang entah terselip dimana, jadi tulisan ini cukup sekian. Kalau nanti kertasnya sudah ketemu, maka bias dilanjutkan lagi


Hiruk pikuk seminggu (Mon-Sun, 19-25 Oct 2026)

Senin, 19 Oct Aku udah banyak lupa hari ini ngapain aja. Seperti biasa tiap hari Senin submit timesheet, update kalender dan deanery meeting...